Powered By Blogger

Selasa, 16 April 2013

SAP Leukemia



SATUAN ACARA PENYULUHAN
LEUKEMIA

Description: 262498_172299382842113_988791_a.jpg

Disusun Oleh :
M.KHOIRUL MUKMIN
11142013003

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA HUSADA
PALEMBANG
2012
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Tema                                       : Leukemia (Kanker Darah)
Sub Pokok Pembahasan          : Definisi, etiologi, klasifikasi, tanda dan gejala, cara
  perawatan dan penatalaksananya
Hari/Tanggal                           : Sabtu, 07 April 2012
Waktu                                     : 30 Menit (16:30-17:00 WIB)
Sasaran                                    : Ny.R dan Keluarga
Tempat                                    : Rumah Ny.R
Penyaji                                                : M.Khoirul Mukmin

A.TUJUAN
·         Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan Ny.R mengetahui tentang Leukemia.
·         Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan Ny.R dan keluarga mampu :
1.      Melakukan tindakan pencegahan terhadap penyakit leukemia (kanker darah) dengan cara :
1.1  Menyebutkan pengertian penyakit leukemia
1.2  Menyebutkan penyebab timbulnya penyakit leukemia
1.3  Menyebutkan jenis-jenis penyakit yang termasuk leukimia
2.      Melakukan deteksi dini terhadap anggota keluarga yang terkena penyakit leukemia.
2.1  Mengenal dan menyebutkan gejala bila keluarga terkena penyakit leukemia
2.2  Mengenal dan menyebutkan tanda bahaya leukemia
3.      Melakukan tindakan pertolongan pertama terhadap anggota keluarga yang terkena penyakit leukemia.
3.1  Menyebutkan tindakan-tindakan penting yang dapat dilakukan untuk mencegah dan pengobatan penyakit leukemia.
3.2  Menyebutkan cara-cara perawatan pada pasien dengan leukemia

B. SASARAN
            Ny.R dan keluarga

C. GARIS BESAR MATERI
1.        Pengertian leukemia
2.        Etiologi leukemia
3.        Klasifikasi osteoarthritis
4.        Tanda dan gejala leukemia
5.        Penatalaksana leukemia
6.        Cara perawatan pasien leukemia

D. METODE
1.      Ceramah
2.      Tanya Jawab

E. MEDIA
1.        Leaflet
2.        Flipchart
3.        Poster




F. PELAKSANAAN KEGIATAN
No
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
Media dan Metode
1.
3 menit
Pembukaan :
·      Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam
·      Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
·      Menyebutkan materi yang akan diberikan

·         Menjawab Salam
·         Mendengarkan
·         Memperhatikan


Ceramah

2.
15 menit
Pelaksanaan :
·      Menjelaskan tentang pengertian leukemia
·      Menjelaskan tentang macam-macam penyebab leukemia
·      Menjelaskan klasifikasi penyakit leukemia
·      Menjelaskan cara pencegahan dan pengobatan leukemia
·      Menjelaskan cara perawatan pasien dengan leukemia
·      Memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya


·         Memperhatikan
·         Mendengarkan
·         Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan
Ceramah dengan menggunakan flipchart dan membagikan leaflet dan poster
3.
10 menit
Evaluasi :
·      Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan, dan reinforcement kepada Ny.R dan keluarga yang dapat menjawab pertanyaan

·         Menjawab Pertanyaan


Tanya Jawab
4.
2 menit
Evaluasi :
·      Menyampaikan Kesimpulan
·      Mengucapkan salam penutup

·         Mendengakan
·         Menjawab salam

Ceramah



G. EVALUASI
a. Jumlah Peserta
Jumlah peserta yang hadir pada hari Sabtu, 7 April 2012 dengan materi tentang Leukemia bertempat di rumah Ny., dengan adanya penyuluhan yang diberikan dapat bermanfaat dan dimengerti oleh Ny.R. Hal ini memotivasi seorang penyuluh untuk lebih menguasai materi dan media yang ingin disampaikan karena seorang penyuluh di anggap lebih berpengalaman dan kompeten dalam bidang kesehatan.
b. Pertanyaan yang di ajukan kepada Pasien :
1.      Apa yang dimaksud dengan Leukemia ?
2.      Apa tanda dan gejala leukemia ?
3.      Cara perawatan pasien leukemia

H. REFERENSI
1.      Long C Barbara,Perawatan Medikal Bedah (Suatu pendekatan proses Keperawatan), YayasanIkatan alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran, Bandung, 1996
2.      Smeltzer C. Suzannne, (2002 ),Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah,
Alih Bahasa AndryHartono, dkk., Jakarta, EGC.
3.      Doenges, EM. (2000),Rencana Asuhan Keperawatan; Pedoman untuk Perencanaan danPendokumentasian Perawatan Pasien, Alih Bahasa I Made Kariasa, dkk. (2001),Jakarta, EGC.
4.      Price, S.A. R. Wilson CL (1991),Pathophisiology Clinical Concept of Disease Process,AlihBahasa Adji Dharma (1995),Patofisiologi Konsep Klinik Proses-Proses Penyakit, Jakarta, EGC.
5.      Soeparman. 1990. Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Jakarta : Balai penerbit FKUIS. Heru Adi. 1995. Kesehatan Masyarakat. Jakarta. : EGC
6.      Mansjoer, Arief. Et all. 1999. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Aesculapius.
Materi Penyuluhan
LEUKEMIA (KANKER DARAH)
DEFINISI
Suatu gangguan atau kelainanan darah yang diturunkan dengan ditandai anemia,perdarahan dan infeksi.Leukemia Akut adalah suatu keganasan primer sumsum tulang yang berakibatterdesaknya komponen darah abnormal (blastosit), disertai penyebaran ke organ-organ lain.(Pedoman Diagnosis Dan Terapi Ilmu Kesehatan Anak. Fakultas Kedokteran Unair & RSUD dr Soetomo Surabaya,1994). Leukimia akut adalah suatu keganasan pada alat pembuat sel darah berupaproliferasi patologis sel hemopoitik muda yang ditandai oleh adanya kegagalan sum-sum tulangdalam membentuk sel darah normal dan adanya infiltrasi ke jaringan tubuh lain (Kapita SelektaKedokteran 2, Tahun 2000)

KLASIFIKASI LEUKEMIA
1.    Leukemia Mielogenus Akut (LMA)LMA mengenai sel stem hematopoetik yang kelak berdiferensiasi ke semua sel mieloid;monosit, granulosit (basofil, netrofil, eosinofil), eritrosit, dan trombosit. Semua kelompok usiadapat terkena. Insidensi meningkat sesuai dengan bertambahnya usia. Merupakan leukemianonlimfositik yang paling sering terjadi.
2.    Leukemia Mielogenus Krinis (LMK)LMK juga dimasukkan dalam sistem keganasan sel stem mieloid. Namu lebih banyak selnormal dibanding bentuk akut, sehingga penyakit ini lebih ringan. LMK jarang menyerangindividu dibawah 20 tahun. Manifestasi mirip dengan gambaran LMA tetapi dengan tanda dangejala yang lebih ringan. Pasien menunjukkan tanpa gejala selama bertahun-tahun,peningkatan leukosit kadang sampai jumlah yang luar biasa, limpa membesar.
3.    Leukemia Limfositik Kronis (LLK)LLK merupakan kelainan ringan mengenai individu usia 50 – 70 tahun. Manifestasi klinis pasientidak menunjukkan gejala. Penyakit baru terdiagnosa saat pemeriksaan fisik atau penangananpenyakit.
4.    Leukemia Limfositik Akut (LLA)LLA dianggap sebagai proliferasi ganas limfoblast. Sering terjadi pada anak-anak, laki-laki lebihbanyak dibandingkan perempuan. Puncak insiden usia 4 tahun, setelah usia 15 tahun. LLA jarang terjadi. Limfosit immatur berproliferasi dalam sumsum tulang dan jaringan perifer sehingga mengganggu perkembangan sel normal.

PENYEBAB LEUKEMIA
1. Faktor genetik : virus tertentu meyebabkan terjadinya perubahan struktur gen ( T cellleukemia-lymphoma virus/HTLV)
2.  Radiasi ionisasi : lingkungan kerja, pranatal, pengobatan kanker sebelumnya
3. Terpapar zat-zat kimiawi seperti benzen, arsen, kloramfenikol, fenilbutazon, dan agenanti neoplastik.
4. Obat-obat imunosupresif, obat karsinogenik seperti diethylstilbestrol
5. Faktor herediter, misalnya pada kembar monozigot6.Kelainan kromosom : Sindrom Bloom’s, trisomi 21 (Sindrom Down’s), Trisomi G(Sindrom Klinefelter’s), Sindrom fanconi’s, Kromosom Philadelphia positif,Telangiektasis ataksia.

TANDA DAN GEJALA LEUKEMIA
1.              Anemia
Disebabkan karena produksi sel darah merah kurang akibat dari kegagalan sumsum tulangmemproduksi sel darah merah. Ditandai dengan berkurangnya konsentrasi hemoglobin,turunnya hematokrit, jumlah sel darah merah kurang. Anak yang menderita leukemiamengalami pucat, mudah lelah, kadang-kadang sesak nafas.
2.      Suhu tubuh tinggi dan mudah infeksi
Disebabkan karena adanya penurunan leukosit, secara otomatis akan menurunkan dayatahan tubuh karena leukosit yang berfungsi untuk mempertahankan daya tahan tubuh tidakdapat bekerja secara optimal.
3.      Perdarahan
Tanda-tanda perdarahan dapat dilihat dan dikaji dari adanya perdarahan mukosa sepertigusi, hidung (epistaxis) atau perdarahan bawah kulit yang sering disebut petekia.Perdarahan ini dapat terjadi secara spontan atau karena trauma. Apabila kadar trombositsangat rendah, perdarahan dapat terjadi secara spontan.
4.      Penurunan kesadaranDisebabkan karena adanya infiltrasi sel-sel abnormal ke otak dapat menyebabkan berbagaigangguan seperti kejang sampai koma.
5.      Penurunan nafsu makan
6.      Kelemahan dan kelelahan fisik
1. Aktivitas : kelelahan, kelemahan, malaise, kelelahan otot.
2. Sirkulasi :palpitasi, takikardi, mur-mur jantung, membran mukosa pucat.
3. Eliminsi : diare, nyeri tekan perianal, darah merah terang, feses hitam, penurunanhaluaran urin.
4. Integritas ego : perasaan tidak berdaya, menarik diri, takut, mudah terangsang,ansietas.
5. Makanan/cairan: anoreksia, muntah, perubahan rasa, faringitis, penurunan BB dandisfagia
6. Neurosensori : penurunan koordinasi, disorientasi, pusing kesemutan, parestesia,aktivitas kejang, otot mudah terangsang.
7.  Nyeri : nyeri abomen, sakit kepala, nyeri sendi, perilaku hati-hati gelisah
8.  Pernafasan : nafas pendek, batuk, dispneu, takipneu, ronkhi, gemericik, penurunanbunyi nafas
9. Keamanan : gangguan penglihatan, perdarahan spontan tidak terkontrol, demam,infeksi, kemerahan, purpura, pembesaran nodus limfe.
10. Seksualitas : perubahan libido, perubahan menstruasi, impotensi, menoragia.


     KOMPLIKASI
1. Gagal sumsum tulang
2. Infeksi
3. Hepatomegali
4. Splenomegali
5. Limfadenopa

CARA PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN
1. Memperbaiki keadaan umum dengan tindakan:- Tranfusi sel darah merah padat (Pocket Red Cell-PRC) untuk mengatasi anemi. Apabilaterjadi perdarahan hebat dan jumlah trombosit kurang dari 10.000/mm³, maka diperlukantransfusi trombosit.- Pemberian antibiotik profilaksis untuk mencegah infeksi.
2. Pengobatan spesifikTerutama ditunjukkan untuk mengatasi sel-sel yang abnormal. Pelaksanaannya tergantungpada kebijaksanaan masing-masing rumah sakit, tetapi prinsip dasar pelaksanaannya adalahsebagai berikut:- Induksi untuk mencapai remisi: obat yang diberikan untuk mengatasi kanker sering disebutsitostatika (kemoterapi). Obat diberikan secara kombinasi dengan maksud untuk mengurangi sel-sel blastosit sampai 5% baik secara sistemik maupun intratekal sehingga dapat mengurangigejala-gajala yang tampak.
- Intensifikasi, yaitu pengobatan secara intensif agar sel-sel yang tersisa tidak   memperbanyakdiri lagi.
- Mencegah penyebaran sel-sel abnormal ke sistem saraf pusat
- Terapi rumatan (pemeliharaan) dimaksudkan untuk mempertahankan masa remisi
1. Pelaksanaan kemoterapi
2. Irradiasi cranial
3. Terdapat tiga fase pelaksanaan keoterapi :
a. Fase induksiDimulasi 4-6 minggu setelah diagnosa ditegakkan. Pada fase ini diberikan terapi kortikostreroid(prednison), vincristin dan L-asparaginase. Fase induksi dinyatakan behasil jika tanda-tandapenyakit berkurang atau tidak ada dan dalam sumsum tulang ditemukan jumlah sel mudakurang dari 5%.
b. Fase Profilaksis Sistem saraf pusatPada fase ini diberikan terapi methotrexate, cytarabine dan hydrocotison melaui intrathecaluntuk mencegah invsi sel leukemia ke otak. Terapi irradiasi kranial dilakukan hanya padapasien leukemia yang mengalami gangguan sistem saraf pusat.
c. KonsolidasiPada fase ini kombinasi pengobatan dilakukan unutk mempertahankan remisis dan mengurangi jumlah sel-sel leukemia yang beredar dalam tubuh. Secara berkala, mingguan atau bulanandilakukan pemeriksaan darah lengkap untuk menilai respon sumsum tulang terhadappengobatan. Jika terjadi supresi sumsum tulang, maka pengobatan dihentikan sementara ataudosis obat dikurangi.





CARA PERAWATAN
Perawatan di Rumah :
•Mendukung klien tetap beraktivitas.
•Monitor reaksi klien setelah beraktivitas.
•Berikan makanan tinggi asam folat (kacang-kacangan, sayuran, berwarna hijau, daging),vitamin C.
•Ijinkan penderita untuk terlibat dalam persiapan dan pemilihan makanan.
•Perbaiki gizi saat selera makan penderita meningkat.

Tindakan saat terjadi kekambuhan :Pada umum nya serangan yang timbul adalah pusing, pucat dan sesak nafas, hal-hal yangperlu diperhatikan :
Segera ambil posisi nyaman dengan tinggikan kepala di tempat tidur.
•Hindari kerumunan orang.
•Sirkulasi udara yang cukup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar