NARKOLEPSI

OLEH :
M.Khoirul Mukmin
11142013003
PSIK Reg A1
Dosen
Pembimbing :
DRA.HJ.KISDARYETI APT MARS
PROGRAM STUDI ILMU
KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU
KESEHATAN BINA HUSADA
PALEMBANG
2012
KATA
PENGANTAR

Assalamualaikum,Wr.Wb.
Alhamdullilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah
SWT. Karena atas berkat rahmat dan karunia-Nyalah kita diberikan nikmat
kesehatan hingga sampai sekarang ini. Dan tak lupa pula shalawat serta salam
kita haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, beserta
para sahabat-sahabat-Nya, pengikut-pegikutnya hingga akhir zaman. Dimana yang
telah mengajarkan iman dan islam kepada kita, sehingga kita dapat menikmati indahnya
keimanan dan Islam.
Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan makalah Narkolepsi
ini, yang diberikan kepada saya sebagai tugas pembelajaran
mata kuliah Farmakologi.
Dalam penulisan dan penyusuan kata-kata pada tugas ini
masih banyak kesalahan penulisan, untuk itu saya selaku penulis mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pambaca demi kesempurnaan makalah ini
di masa yang akan datang.
Akhir kata semoga makalah ini
dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Wassalamu’alaikum
Wr.Wb
Palembang, Juli 2012
Penulis,
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ............................................................................................... ........ i
Daftar isi ......................................................................................................... ........ ii
BAB I. Pendahuluan
A. Latar Belakang ............................................................................... 1
B. Tujuan ........................................................................................... 2
BAB II. Tinjauan Pustaka
2.1 Pengertian
Narkolepsi ..................................................................... 3
2.2 Diagnosa Narkolepsi................................................................................. 4
2.3 Gejala Narkolepsi..................................................................................... 4
2.4 Penyebab Narkolepsi................................................................................ 6
2.5 Pencegahan Narkolepsi................................................................... ........ 6
2.6 Cara Penggobatan Narkolepsi................................................................... 7
BAB III. Penutup
3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 9
3.2 Saran ....................................................................................................... 9
Daftar Pustaka
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Ternasuk
dari salah satu kebutuhan dasar manusia adalah tidur. Kita tidak akan pernah
terlepas dari tidur di dalam keseharian. Tidur nyenyak adalah impian dari semua
orang, tak terkecuali kita. Namun itu tidak mudah untuk dicapai.
Tidur juga sama seperti kegiatan-kegiatan lain pada umumnya. Tidur juga mempunyai penyebab, yaitu kantuk. Rasa kantuk merupakan hal yang sangat wajar terjadi pada setiap orang, selama itu masih tetap dalam tahap kewajaran. Namun, rasa kantuk yang berlebihan adalah termasuk pada ketidak wajaran dan bisa di kategorikan suatu penyakit. Seperti halnya narkolepsi.
Tidur juga sama seperti kegiatan-kegiatan lain pada umumnya. Tidur juga mempunyai penyebab, yaitu kantuk. Rasa kantuk merupakan hal yang sangat wajar terjadi pada setiap orang, selama itu masih tetap dalam tahap kewajaran. Namun, rasa kantuk yang berlebihan adalah termasuk pada ketidak wajaran dan bisa di kategorikan suatu penyakit. Seperti halnya narkolepsi.
Gangguan
terjadi pada mekanisme pengaturan tidur. Tidur, berdasarkan gelombang otak,
terbagi dalam tahapan-tahapan mulai dari tahap 1, 2, 3, 4 dan Rapid Eye
Movement (REM.) Tidur REM adalah tahapan dimana kita bermimpi. Pada penderita
narkolepsi gelombang REM seolah menyusup ke gelombang sadar. Akibatnya kantuk
terus menyerang, dan otak seolah bermimpi dalam keadaan sadar.
B. Tujuan
v
Untuk mengetahui apa itu
narkolepsi
v
Gejala-gejala pada narkolepsi
v
Penyebab narkolepsi
v Cara pencegahan dan pengobatan narkolepsi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian
Narkolepsi
Narkolepsi dalam
bahasa awam, bisa dikatakan sebagai serangan tidur, dimana penderitanya amat
sulit mempertahankan keadaan sadar. Hampir sepanjang waktu ia mengantuk. Rasa
kantuk biasanya hilang setelah tidur selama 15 menit, tetapi dalam waktu
singkat kantuk sudah menyerang kembali. Sebaliknya di malam hari, banyak
penderita narkolepsi yang mengeluh tidak dapat tidur.
Penderita bisa mengalami kelumpuhan
sementara tanpa disertai penurunan kesadaran (keadaan seperti ini disebut
katapleksi) sebagai respon terhadap suatu reaksi emosional mendadak, seperti
kemarahan, ketakutan, kegembiraan, tertawa atau kejutan. Berjalan menjadi
tumpang, menatuhkan barang yang sedang dipegang atau akan terjatuh ke tanah.
Penderita juga bisa mengalami episode kelumpuhan tidur, dimana ketika baru saja tertidur atau segera sesudah terbangun, penderita merasakan tidak dapat bergerak. Dan juga dapat mengalami halusinasi (melihat atau mendengar benda yang sesungguhnya tidak ada).
Penderita juga bisa mengalami episode kelumpuhan tidur, dimana ketika baru saja tertidur atau segera sesudah terbangun, penderita merasakan tidak dapat bergerak. Dan juga dapat mengalami halusinasi (melihat atau mendengar benda yang sesungguhnya tidak ada).
2.2 Diagnosa
Narkolepsi
Diagnosis
biasanya ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya, tetapi gejala yang serupa
tidak selalu menunjukkan bahwa orang tersebut menderita narkolepsi.
Katapleksi, kelumpuhan tidur dan halusinasi, biasa ditemukan pada anak-anak dan kadang terjadi pada orang dewasa yang sehat.
Katapleksi, kelumpuhan tidur dan halusinasi, biasa ditemukan pada anak-anak dan kadang terjadi pada orang dewasa yang sehat.
Elektroensefalogram (EEG), yang
merupakan rekaman aktivitas listrik otak, bisa menunjukkan bahwa pola tidur REM
terjadi pada saat penderita mulai tertidur. Hal ini khas untuk narkolepsi.
Tidak
ditemukan perubahan struktural dalam otak dan tidak ditemukan kelainan dalam
hasil pemeriksaan darah.
2.3 Gejala Narkolepsi
Gejala pada
gangguan ini biasanya dimulai pada masa remaja atau dewasa muda dan menetap
seumur hidup. Rasa ingin tidur bisa terjadi beberapa kali dalam seari. Tetapi sekali
tidur, penderita biasanya dapat dengan mudah dibangunkan. Serangan bisa terjadi
beberapa kali dalam sehari, juga sering terjadi pada keadaan monoton. Seperti
saat rapat yang membosankan atau mengemudi mobil dalam jarak jauh. Untuk mengenali penderita narkolepsi, terdapat empat gejala klasik (calssic
tetrad):
1. Rasa
kantuk berlebihan / Excessive Daytime Sleepiness (EDS)
Karakteristik
utama narkolepsi adalah mengantuk luar biasa dan tak terkendali di siang hari.
Orang dengan narkolepsi tertidur secara tiba-tiba, di mana saja dan kapan saja.
Sebagai contoh, penderita mungkin tiba-tiba tertidur untuk beberapa menit di
tempat kerja atau ketika sedang berbicara dengan teman. Penderita tidur hanya
beberapa menit atau sampai setengah jam sebelum bangun dan merasa segar, tapi
kemudian tertidur lagi. Selain tidur di waktu dan tempat yang tidak tepat,
penderita juga mengalami penurunan kewaspadaan sepanjang hari.
2. Katapleksi
Kondisi
tiba-tiba lemas (seperti tak berotot) disebut cataplexy, dapat menyebabkan berbagai
perubahan fisik, dari cadel ketika berbicara untuk melengkapi kelemahan dari
sebagian besar otot, dan dapat berlangsung selama beberapa detik hingga
beberapa menit. Cataplexy yang tidak terkontrol dan sering dipicu oleh emosi
yang kuat, biasanya yang positif seperti tertawa atau kegembiraan, tapi
kadang-kadang ketakutan, kejutan atau kemarahan. Misalnya, kepala penderita
dapat terkulai tak terkendali atau lutut tiba-tiba lemas ketika tertawa.
3. Sleep Paralysis
Orang-orang
dengan narkolepsi sering mengalami ketidakmampuan untuk bergerak atau berbicara
saat jatuh tertidur atau saat terjaga dalam beberapa menit. kejadian ini
biasanya singkat- yang berlangsung satu atau dua menit. Penderita merasa hilang
kendali atas tubuhnya.
4. Hypanogic / Hypnipompic
Hallucination
Halusinasi
inidisebut hypnagogic halusinasi, mungkin terjadi ketika seseorang dengan
narkolepsi dengan cepat jatuh ke tidur sementara, seperti yang dia lakukan pada
permulaan tidur di malam hari dan secara berkala sepanjang hari, atau setelah
bangun. Karena penderita setengah sadar ketika mulai bermimpi.
2.4 Penyebab Narkolepsi
penyebab
dari narkolepsi sampai saat ini belum dapat diketahui. Namun meskipun
penyebabnya belum dapat diketahui secara pasti, bukti menunjukkan bahwa narkolepsi
bisa berasal dari genetik. Karena kelainan ini cenderung ditemui dalam satu
keluarga.
2.5 Pencegahan Narkolepsi
Modifikasi gaya hidup yang penting dalam mengelola
gejala narkolepsi. Anda bisa mendapatkan manfaat dari langkah-langkah ini:
- Tetaplah pada jadwal. Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan.
- Ambil tidur siang. Jadwalkan tidur siang pendek secara teratur sepanjang hari. Tidur siang 20 menit pada waktu strategis sepanjang hari mungkin akan menyegarkan dan mengurangi kantuk selama satu sampai tiga jam.
- Hindari nikotin dan alkohol. Dengan menggunakan bahan ini, terutama pada malam hari, dapat memperburuk tanda-tanda dan gejala Anda.
- Dapatkan olahraga secara teratur. Moderat, olahraga teratur setidaknya empat sampai lima jam sebelum tidur dapat membantu Anda merasa lebih terjaga di siang hari dan tidur lebih baik di malam hari.
2.6 Cara penggobatan Narkolepsi
Narkolepsi,
seperti banyak kelainan neurologis lainnya, memerlukan penyesuaian gaya hidup
untuk pasien. Mereka harus mengatur kondisi mereka dan meggunakan resep untuk
membantu gejala.
Untuk
sementara, ada dua cara yang dapat digunakan untuk pengobatan narkolepsi,
yaitu:
1. Yoga
1. Yoga
Yoga telah
dikenal memiliki efek positif pada orang-orang dengan berbagai jenis gangguan.
Yoga mengatur siklus dalam tubuh dan suplai oksigen ke berbagai bagian otak.
Dengan memasok oksigen, mereka juga mengatur aliran darah ke otak. Jika
terdapat cukup oksigen dan aliran darah ke otak sepanjang waktu, maka otak akan
berfungsi secara normal dan gangguan dapat dengan mudah diobati.
2. Menggunakan obat-obatan
Selain
dengan yoga narkolepsi juga dapat dibantu (dikurangi) dengan mengkonsumsi
obat-obatan perangsang (stimulan). Antara lain: efedrin, amfetamin,
dekstroamfetamin metilfenidat.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Narkolepsi
adalah sauatu gangguan tidur yang berasal dari faktor genetik (keturunan).
Banyak dari penderitanya tidak sadar bahwa mereka sedang mengalami suatu
kelainan, karena memang tidak ada suatu bahaya yang ditimbulkan dari efek
narkolepsi tersebut. Kecuali serangan terjadi saat penderita melakukan suatu
aktifitas tertentu. Seperti mengemudi dan atau memegang suatu barang yang mudah
pecah.
3.2 Saran
Narkolepsi,
seperti banyak kelainan neurologis lainnya, memerlukan penyesuaian gaya hidup
untuk pasien. Mereka harus mengatur kondisi mereka dan meggunakan resep untuk
membantu gejala. Jika gejala
narkolepsi sudah dirasa ada, segeralah berkonsultasi kepada dokter. Agar gangguan tersebut tidak berlarut-larut dan semakin
parah. Segeralah berusaha secara mandiri dengan cara menyeseuaikan gaya hidup yang sehat dan benar jika anda sudah merasa mengidap gangguan narkolepsi.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.news-medical.net/health/Narcolepsy-Symptoms-%28Indonesian%29.aspx

Tidak ada komentar:
Posting Komentar