Powered By Blogger

Selasa, 16 April 2013

Makalah Tentang Narkolepsi



NARKOLEPSI
Description: 262498_172299382842113_988791_a.jpg
OLEH :
M.Khoirul Mukmin
11142013003
PSIK Reg A1

Dosen Pembimbing :
DRA.HJ.KISDARYETI APT MARS

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA HUSADA
PALEMBANG
2012

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum,Wr.Wb.
Alhamdullilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena atas berkat rahmat dan karunia-Nyalah kita diberikan nikmat kesehatan hingga sampai sekarang ini. Dan tak lupa pula shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, beserta para sahabat-sahabat-Nya, pengikut-pegikutnya hingga akhir zaman. Dimana yang telah mengajarkan iman dan islam kepada kita, sehingga kita dapat menikmati indahnya keimanan dan Islam.
Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan makalah Narkolepsi ini, yang diberikan kepada saya sebagai tugas pembelajaran mata kuliah Farmakologi.
Dalam penulisan dan penyusuan kata-kata pada tugas ini masih banyak kesalahan penulisan, untuk itu saya selaku penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pambaca demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.
Akhir kata semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Palembang,    Juli 2012
Penulis,

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ............................................................................................... ........ i          
Daftar isi ......................................................................................................... ........ ii         
BAB I. Pendahuluan
A.  Latar Belakang  ...............................................................................          1         
   B.  Tujuan  ...........................................................................................          2
BAB II. Tinjauan Pustaka
   2.1 Pengertian Narkolepsi .....................................................................          3
2.2 Diagnosa Narkolepsi................................................................................. 4
   2.3 Gejala Narkolepsi..................................................................................... 4
2.4 Penyebab Narkolepsi................................................................................ 6
   2.5 Pencegahan Narkolepsi................................................................... ........ 6
   2.6 Cara Penggobatan Narkolepsi................................................................... 7


BAB III. Penutup
   3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 9
   3.2 Saran ....................................................................................................... 9
Daftar Pustaka











BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ternasuk dari salah satu kebutuhan dasar manusia adalah tidur. Kita tidak akan pernah terlepas dari tidur di dalam keseharian. Tidur nyenyak adalah impian dari semua orang, tak terkecuali kita. Namun itu tidak mudah untuk dicapai.
Tidur juga sama seperti kegiatan-kegiatan lain pada umumnya. Tidur juga mempunyai penyebab, yaitu kantuk. Rasa kantuk merupakan hal yang sangat wajar terjadi pada setiap orang, selama itu masih tetap dalam tahap kewajaran. Namun, rasa kantuk yang berlebihan adalah termasuk
 pada  ketidak wajaran dan bisa di kategorikan suatu penyakit. Seperti halnya narkolepsi.
Gangguan terjadi pada mekanisme pengaturan tidur. Tidur, berdasarkan gelombang otak, terbagi dalam tahapan-tahapan mulai dari tahap 1, 2, 3, 4 dan Rapid Eye Movement (REM.) Tidur REM adalah tahapan dimana kita bermimpi. Pada penderita narkolepsi gelombang REM seolah menyusup ke gelombang sadar. Akibatnya kantuk terus menyerang, dan otak seolah bermimpi dalam keadaan sadar.


B. Tujuan
v  Untuk mengetahui apa itu narkolepsi
v  Gejala-gejala pada narkolepsi
v  Penyebab narkolepsi
v  Cara pencegahan dan pengobatan narkolepsi












BAB II
   TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Pengertian Narkolepsi
Narkolepsi dalam bahasa awam, bisa dikatakan sebagai serangan tidur, dimana penderitanya amat sulit mempertahankan keadaan sadar. Hampir sepanjang waktu ia mengantuk. Rasa kantuk biasanya hilang setelah tidur selama 15 menit, tetapi dalam waktu singkat kantuk sudah menyerang kembali. Sebaliknya di malam hari, banyak penderita narkolepsi yang mengeluh tidak dapat tidur.
Penderita bisa mengalami kelumpuhan sementara tanpa disertai penurunan kesadaran (keadaan seperti ini disebut katapleksi) sebagai respon terhadap suatu reaksi emosional mendadak, seperti kemarahan, ketakutan, kegembiraan, tertawa atau kejutan. Berjalan menjadi tumpang, menatuhkan barang yang sedang dipegang atau akan terjatuh ke tanah.
Penderita juga bisa mengalami episode kelumpuhan tidur, dimana ketika baru saja tertidur atau segera sesudah terbangun, penderita merasakan tidak dapat bergerak. Dan juga dapat mengalami halusinasi (melihat atau mendengar benda yang sesungguhnya tidak ada).


2.2  Diagnosa Narkolepsi

Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya, tetapi gejala yang serupa tidak selalu menunjukkan bahwa orang tersebut menderita narkolepsi.
Katapleksi, kelumpuhan tidur dan halusinasi, biasa ditemukan pada anak-anak dan kadang terjadi pada orang dewasa yang sehat.
Elektroensefalogram (EEG), yang merupakan rekaman aktivitas listrik otak, bisa menunjukkan bahwa pola tidur REM terjadi pada saat penderita mulai tertidur. Hal ini khas untuk narkolepsi.
Tidak ditemukan perubahan struktural dalam otak dan tidak ditemukan kelainan dalam hasil pemeriksaan darah.

2.3  Gejala Narkolepsi
Gejala pada gangguan ini biasanya dimulai pada masa remaja atau dewasa muda dan menetap seumur hidup. Rasa ingin tidur bisa terjadi beberapa kali dalam seari. Tetapi sekali tidur, penderita biasanya dapat dengan mudah dibangunkan. Serangan bisa terjadi beberapa kali dalam sehari, juga sering terjadi pada keadaan monoton. Seperti saat rapat yang membosankan atau mengemudi mobil dalam jarak jauh. Untuk mengenali penderita narkolepsi, terdapat empat gejala klasik (calssic tetrad):
1. Rasa kantuk berlebihan / Excessive Daytime Sleepiness (EDS)
Karakteristik utama narkolepsi adalah mengantuk luar biasa dan tak terkendali di siang hari. Orang dengan narkolepsi tertidur secara tiba-tiba, di mana saja dan kapan saja. Sebagai contoh, penderita mungkin tiba-tiba tertidur untuk beberapa menit di tempat kerja atau ketika sedang berbicara dengan teman. Penderita tidur hanya beberapa menit atau sampai setengah jam sebelum bangun dan merasa segar, tapi kemudian tertidur lagi. Selain tidur di waktu dan tempat yang tidak tepat, penderita juga mengalami penurunan kewaspadaan sepanjang hari. 
2. Katapleksi
Kondisi tiba-tiba lemas (seperti tak berotot) disebut cataplexy, dapat menyebabkan berbagai perubahan fisik, dari cadel ketika berbicara untuk melengkapi kelemahan dari sebagian besar otot, dan dapat berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit. Cataplexy yang tidak terkontrol dan sering dipicu oleh emosi yang kuat, biasanya yang positif seperti tertawa atau kegembiraan, tapi kadang-kadang ketakutan, kejutan atau kemarahan. Misalnya, kepala penderita dapat terkulai tak terkendali atau lutut tiba-tiba lemas ketika tertawa.
3. Sleep Paralysis
Orang-orang dengan narkolepsi sering mengalami ketidakmampuan untuk bergerak atau berbicara saat jatuh tertidur atau saat terjaga dalam beberapa menit. kejadian ini biasanya singkat- yang berlangsung satu atau dua menit. Penderita merasa hilang kendali atas tubuhnya. 
4. Hypanogic / Hypnipompic Hallucination
Halusinasi inidisebut hypnagogic halusinasi, mungkin terjadi ketika seseorang dengan narkolepsi dengan cepat jatuh ke tidur sementara, seperti yang dia lakukan pada permulaan tidur di malam hari dan secara berkala sepanjang hari, atau setelah bangun. Karena penderita setengah sadar ketika mulai bermimpi. 

2.4  Penyebab Narkolepsi
penyebab dari narkolepsi sampai saat ini belum dapat diketahui. Namun meskipun penyebabnya belum dapat diketahui secara pasti, bukti menunjukkan bahwa narkolepsi bisa berasal dari genetik. Karena kelainan ini cenderung ditemui dalam satu keluarga.
2.5  Pencegahan Narkolepsi
Modifikasi gaya hidup yang penting dalam mengelola gejala narkolepsi. Anda bisa mendapatkan manfaat dari langkah-langkah ini:
  1. Tetaplah pada jadwal. Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan.
  2. Ambil tidur siang. Jadwalkan tidur siang pendek secara teratur sepanjang hari. Tidur siang 20 menit pada waktu strategis sepanjang hari mungkin akan menyegarkan dan mengurangi kantuk selama satu sampai tiga jam.
  3. Hindari nikotin dan alkohol. Dengan menggunakan bahan ini, terutama pada malam hari, dapat memperburuk tanda-tanda dan gejala Anda.
  4. Dapatkan olahraga secara teratur. Moderat, olahraga teratur setidaknya empat sampai lima jam sebelum tidur dapat membantu Anda merasa lebih terjaga di siang hari dan tidur lebih baik di malam hari.
2.6  Cara penggobatan Narkolepsi
Narkolepsi, seperti banyak kelainan neurologis lainnya, memerlukan penyesuaian gaya hidup untuk pasien. Mereka harus mengatur kondisi mereka dan meggunakan resep untuk membantu gejala.
Untuk sementara, ada dua cara yang dapat digunakan untuk pengobatan narkolepsi, yaitu:
1. Yoga
Yoga telah dikenal memiliki efek positif pada orang-orang dengan berbagai jenis gangguan. Yoga mengatur siklus dalam tubuh dan suplai oksigen ke berbagai bagian otak. Dengan memasok oksigen, mereka juga mengatur aliran darah ke otak. Jika terdapat cukup oksigen dan aliran darah ke otak sepanjang waktu, maka otak akan berfungsi secara normal dan gangguan dapat dengan mudah diobati.

2. Menggunakan obat-obatan
Selain dengan yoga narkolepsi juga dapat dibantu (dikurangi) dengan mengkonsumsi obat-obatan perangsang (stimulan). Antara lain: efedrin, amfetamin, dekstroamfetamin metilfenidat.










BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Narkolepsi adalah sauatu gangguan tidur yang berasal dari faktor genetik (keturunan). Banyak dari penderitanya tidak sadar bahwa mereka sedang mengalami suatu kelainan, karena memang tidak ada suatu bahaya yang ditimbulkan dari efek narkolepsi tersebut. Kecuali serangan terjadi saat penderita melakukan suatu aktifitas tertentu. Seperti mengemudi dan atau memegang suatu barang yang mudah pecah.
3.2  Saran
Narkolepsi, seperti banyak kelainan neurologis lainnya, memerlukan penyesuaian gaya hidup untuk pasien. Mereka harus mengatur kondisi mereka dan meggunakan resep untuk membantu gejala. Jika gejala narkolepsi sudah dirasa ada, segeralah berkonsultasi kepada dokter. Agar gangguan tersebut tidak berlarut-larut dan semakin parah. Segeralah berusaha secara mandiri dengan cara menyeseuaikan gaya hidup yang sehat dan benar jika anda sudah merasa mengidap gangguan narkolepsi.



DAFTAR PUSTAKA
http://www.news-medical.net/health/Narcolepsy-Symptoms-%28Indonesian%29.aspx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar